Merapihkan dan Mengamankan Album Foto / Video Kenangan (Bagian 4)


Bagian 4: Menggunakan Layanan Cloud Storage

Sampai tahapan ini saya sudah memiliki backup untuk semua foto/video saya yang tersimpan rapih di media SSD. Jika kemudian ada penambahan foto/video baru, jelas dengan mudah saya tinggal menyalinnya ke folder yang sesuai karena sudah rapih dan terorganisir. Namun bagaimana dengan keamanannya atau mungkin istilah yang tepat adalah availabilitasnya? Apa yang akan terjadi jika SSD tersebut suatu saat rusak? tentunya semua kenangan saya akan hilang.

Solusinya, sudah saatnya saya menyimpan file-file tersebut di media penyimpanan berbasis Cloud atau yang lebih nge-tren dengan istilah Cloud Storage. Space yang saya butuhkan setidaknya sebesar 1 TB, dan kebetulan saat ini di Internet banyak sekali provider Cloud Storage yang menyediakan space hingga 1 TB bahkan lebih, namun pilihan utama saya hanya ada 3 yaitu:

Kenapa pilihannya hanya 3 saja?
Karena file-file yang mau saya simpan adalah file-file yang sangat berharga bagi saya dan keluarga, jadi saya hanya memilih Cloud Storage dari provider besar yang memang sudah memiliki nama dibandingkan provider lainnya. Dan dari 3 provider tersebut, saya memilih OneDrive Business. Alasannya karena kebetulan aktifitas pekerjaan sehari-hari juga menggunakan OneDrive, jadi saya sudah terbiasa menggunakannya disamping biaya tahunannya yang relatif bersaing.

DropBox Plus sebetulnya biaya tahunannya lumayan menarik, dan di Internet juga banyak review bagus untuk DropBox ini. Cuman saya belum pernah mencoba DropBox sama sekali, jadi saya skip saja. Sementara Google One yang merupakan brand baru untuk Google Drive versi berbayar tidak memiliki paket 1 TB, adanya 2 TB yang rasanya untuk saat ini masih terlalu besar.

Pertimbangan lainnya kenapa saya memilih OneDrive karena tampilan thumbnail versi mobile dari OneDrive sifatnya dinamis, sementara Google One dan DropBox ukurannya statis, jadi jika gambarnya terlalu besar maka thumbnailnya akan di-crop (cmiiw, barangkali saya salah). Contoh tampilannya pada perangkat Android bisa dilihat berikut ini. Sebelah kiri adalah tampilan Google Drive yang thumbnailnya berukuran sama, sementara sebelah kanan adalah tampilan OneDrive yang lebih dinamis karena thumbnailnya menyesuaikan dengan ukuran foto/videonya.

Dan tibalah ke pekerjaan terakhir yaitu mulai memindahkan atau upload foto/video satu persatu ke OneDrive. Struktur foldernya sengaja saya samakan dengan struktur folder di SSD agar tidak membingungkan. Proses upload ini lumayan menyita waktu mengingat sangat banyaknya foto/video yang hendak diupload. Namun karena rutin dicicil setiap hari, akhirnya bisa selesai juga semuanya :)

Bagaimana jika dikemudian hari ada penambahan foto/video baru? Jelas dengan mudah saya tinggal menyalinnya ke OneDrive, bahkan jika perlu langsung dari perangkat Smartphone dengan menggunakan aplikasi OneDrive di perangkat Smartphone tersebut.

Keuntungan lainnya dari Cloud Storage adalah bukan hanya saya saja yang bisa menggunakannya, tapi seluruh anggota keluarga pun bisa. Jika sebelumnya untuk sekedar melihat-lihat foto/video tertentu harus ramai-ramai melototin 1 layar laptop, sekarang istri dan anak saya bisa melihatnya kapanpun cukup dari Smartphone mereka. Atau jika ingin dilihat berbarengan, tinggal akses saja ke OneDrive tersebut dari perangkat TV dan selesai :)

Nah, demikianlah rangkaian tulisan yang mungkin agak kepanjangan ini. Mudah-mudahan ada gunanya buat siapapun yang udah nyasar ke weblog ini :)

 


Be the first to comment

Leave a Reply