Sekilas Tentang Mi WiFi Router 3

Ceritanya router WiFi jadul yang digunakan di rumah entah kenapa bermasalah hingga terpaksa mulai cari2 gantinya. Dan kebetulan udah bosen dengan merk perangkat yang itu2 aja, akhirnya tertarik dengan router WiFi dari Xiaomi dengan harga yang relatif terjangkau, yaitu Mi WiFi Router 3.

Saat menelusuri toko2 online, ternyata Mi WiFi Router 3 ini ada 2 tipe, yaitu tipe 3 dan tipe 3C dengan bentuk fisik yang nyaris sama, yaitu sama2 memiliki 4 antena dengan bodi warna putih yang ramping alias tipis. Namun jika dilihat dari spesifikasinya jelas kedua tipe router WiFi ini ada perbedaan seperti tampak pada gambar berikut ini (klik untuk memperbesar gambar).

Berhubung perbedaan harganya tidak terlalu besar, maka saya ambil yang tipe 3 saja (tanpa akhiran C), karena dilihat dari spesifikasinya tampaknya yg tipe 3 ini lebih lengkap, terutama karena ada port USB-nya yg bisa digunakan untuk menghubungkan hardisk eksternal ke router WiFi tersebut hingga konten dalam hardisk tersebut bisa diakses oleh semua perangkat yang terhubung ke router.

Singkat cerita, router pun tiba di rumah. Proses setup tidak memakan waktu lama karena mode pengaturan via web menggunakan tampilan yang sederhana dan mudah digunakan. Dengan cepat saya bisa langsung membuat koneksi terpisah antara 2.4G dengan 5G atau jika perlu dibuatkan otomatis sekalian. Jangkauan koneksinya juga terasa agak jauh dibandingkan router sebelumnya.

Dan setelah pengaturan selesai, di halaman muka kita langsung dapat melihat beragam status perangkat dengan jelas seperti tampak pada gambar berikut ini.

Xiaomi juga menyediakan app bagi pengguna smartphone Android untuk mengatur router ini. Selama smartphone yang kita gunakan terhubung dengan Internet, maka kita bisa memantau perangkat apa saja yang sedang terhubung dengan router berikut penggunaan Bandwidthnya. Dan jika ada perangkat baru yang terhubung, maka app ini akan memberikan notifikasi di smartphone kita.

Hal menarik lainnya adalah kemudahan untuk mengatur limitasi URL hingga limitasi Bandwidth untuk tiap-tiap perangkat. Tanpa perlu melakukan beragam seting yang rumit, dengan mudah kita bisa mengatur perangkat mana yang mendapatkan prioritas bandwidth selama terhubung dengan router. Sayangnya saya baru bisa mengatur limitasi ini via web, sementara via app masih belum bisa, entah kenapa.

Satu-satunya kekurangan dari router ini bagi saya adalah tidak disediakannya slot dibagian bawah router agar router bisa ditempel di dinding secara vertikal, jadi penempatannya terpaksa harus diletakan di tempat datar seperti meja misalnya.

Catatan:
Jika Anda berminat untuk membeli Mi Wifi Router 3 ini, pastikan bahwa router secara default sudah menggunakan bahasa Inggris. Karena banyak toko online yang masih menjual dalam kondisi bahasa default Cina hingga akan sedikit menyulitkan saat pengaturan awal.

 

Comments 1

Leave a Reply