Deploy / Restore Disk Image dengan Acronis True Image

Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya yaitu “Membuat Image Sistem Operasi dengan Acronis True Image“. Dari tulisan tersebut, kita sudah memiliki image yang berisikan sistem operasi Windows lengkap dengan aplikasi dan konfigurasinya. Berikutnya, jika kita hendak melakukan install ulang ataupun meng-install sistem operasi Windows ke komputer yang lain maka dengan mudah kita tinggal melakukan proses Deploy / Restore dari image tersebut ke hardisk.

Ada 2 skenario yang mungkin dihadapi dalam proses Deploy / Restore ini:

  • Skenario 1: Kita melakukan deploy pada hardisk dimana struktur partisi hardisk ini sama dengan struktur partisi hardisk pada Reference Computer. Skenario ini mungkin dihadapi jika Anda melakukan restore pada komputer / laptop yang sama dengan Reference Computer.
  • Skenario 2: Kita melakukan deploy pada hardisk baru yang belum berisikan partisi sama sekali atau pada hardisk lama namun kita hendak melakukan re-partisi pada hardisk lama tersebut.

PENTING: Proses Deploy / Restore ini membutuhkan ketelitian, karena jika kita tidak teliti, maka proses ini bisa saja menghilangkan seluruh isi hardisk, oleh karenanya telitilah dan jika perlu lakukan backup data terlebih dahulu sebelum melakukan Deploy / Restore image, kecuali jika sudah berpengalaman dalam menggunakan Acronis True Image ini.

Berikut ini contoh cara melakukan proses Deploy / Restore untuk kedua skenario diatas dimana image tersimpan pada hardisk eksternal dan sudah terhubung dengan komputer tujuan.

 

Skenario 1

Boot komputer dengan Acronis Bootable Media. Setelah muncul tampilan utama Acronis True Image, klik pada pilihan My Disks dibawah pilihan Recover.

acronis-restore-01

Pada jendela Select a backup from which to recover, pilih file image yang akan di-restore. Dalam contoh ini saya memilih file image Image-Win7 yang tersimpan di hardisk eksternal. Lanjutkan dengan meng-klik tombol Next.

acronis-restore-02

Pada jendela Choose recovery method, pilih Recover whole disk and partitions lalu klik tombol Next.

acronis-restore-03

Pada jendela Select the items to recover, beri tanda ceklist pada partisi yang berisikan Windows (System), partisi System Reserved, serta MBR and Track 0 seperti tampak pada gambar berikut ini. Lanjutkan dengan meng-klik tombol Next.

acronis-restore-04

PENTING: Jangan memberi tanda ceklist langsung pada Disk 1 karena pilihan ini akan menyebabkan Acronis menghapus seluruh hardisk dan secara otomatis melakukan re-partisi! Jadi kita harus memberi tanda ceklist satu persatu pada partisi yang sesuai. Kecuali jika kita melakukan restore pada hardisk yang masih baru yang belum berisikan partisi dan data apapun, atau pada hardisk lama yang memang hendak kita partisi ulang.

Berikutnya kita harus memilih partisi tujuan dan harus sesuai dengan partisi pada Reference Computer. Sebagai contoh untuk partisi System Reserved (informasi Boot Windows), maka saya pilih partisi yang memang diperuntukan untuk System Reserved juga seperti tampak pada gambar-gambar berikut ini.

acronis-restore-05

acronis-restore-06

Demikian halnya dengan partisi yang berisikan sistem operasi Windows (System) seperti tampak pada gambar-gambar berikut ini.

acronis-restore-07

acronis-restore-08

Pada jendela Select target disk for MBR recovery, pilihlah hardisk yang sesuai untuk penempatan MBR (Master Boot Record) dan jangan sampai salah pilih. Jika Anda salah memilih hardisk untuk MBR ini maka bisa menyebabkan komputer target tidak dapat melakukan proses booting ke dalam Windows. Lanjutkan dengan meng-klik tombol Next.

acronis-restore-09

Berikutnya pada jendela Summary, akan ditampilkan ringkasan informasi pilihan konfigurasi yang telah kita lakukan. Jika sudah sesuai, klik tombol Proceed untuk memulai proses Deploy / Restore ini.

acronis-restore-10

Tunggulah beberapa saat hingga proses ini selesai.

acronis-restore-11

Setelah selesai, akan ditampilkan kotak dialog Recover operation succeeded. Klik tombol OK dan reboot komputer. Jangan lupa untuk melepas Acronis Bootable Media serta hardisk eksternal yang menyimpan image yang kita gunakan.

Dan hasilnya komputer telah berisikan Windows, aplikasi, serta konfigurasi yang telah teratur dalam kondisi yang fresh kembali.

acronis-restore-12

Proses Deploy / Restore ini berlangsung hanya 7 menit saja pada komputer yang saya gunakan. Bandingkan dengan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan instalasi Windows, instalasi aplikasi, serta pengaturan konfigurasi secara manual :)

 

Skenario 2

Jika kita hendak melakukan Deploy / Restore pada hardisk baru yang belum berisikan partisi sama sekali atau pada hardisk lama namun kita hendak melakukan re-partisi pada hardisk lama tersebut, maka pada jendela Select the items to recover, beri tanda ceklist langsung pada nama Disk-nya seperti tampak pada gambar berikut ini.

acronis-restore-14

Kemudian pilih hardisk target yang sesuai.

acronis-restore-15

Berikutnya akan ditampilkan kotak dialog yang secara garis besar memberikan informasi bahwa hardisk akan dihapus seluruh isinya dan akan dilakukan proses re-partisi sesuai dengan susunan partisi pada Reference Computer. Klik tombol OK jika setuju dan proses berikutnya sama dengan proses pada skenario 1, hanya saja kita tidak perlu mengatur penempatan partisi lagi karena akan diatur secara otomatis oleh Acronis.

acronis-restore-16

 

Pengaturan Partisi Secara Manual

Jika diinginkan, Acronis True Image juga menyediakan sarana untuk pengaturan partisi secara manual sebelum kita melakukan proses Deploy / Restore. Caranya sebagai berikut:

Pada tampilan utama, klik Tools & Utilities > Add New Disk.

acronis-restore-17

Pada jendela Select your hard disk from the list below, pilih hardisk yang sesuai lalu klik tombol Next.

acronis-restore-18

Klik OK pada kotak dialog Confirmation yang ditampilkan.

acronis-restore-19

Pilih layout yang diinginkan, kita bisa memilih MBR atau GPT. Namun untuk penggunaan standar layout yang umum digunakan adalah MBR. Klik tombol Next untuk melanjutkan.

acronis-restore-20

Berikutnya pada jendela Create partitions, buatlah partisi sesuai kebutuhan dan jangan lupa untuk sesuaikan dengan pengaturan partisi pada Reference Computer. Jika sudah, klik tombol Next dan hasilnya saat melakukan proses Deploy / Restore maka kita bisa memilih partisi secara manual.

acronis-restore-21

 

Catatan

  • Proses Deploy / Restore ini bisa dilakukan ke beberapa komputer sekaligus. Syaratnya, image sistem operasi harus tersimpan di media penyimpanan berbasis network, misalnya berupa Shared Folder biasa ataupun NAS.
  • Hasil dari proses Deploy / Restore ini adalah komputer target akan memiliki nama (Computer Name / Host Name) serta pengaturan network yang identik atau sama persis dengan Reference Computer. Dan jika kita melakukan proses ini langsung ke beberapa komputer sekaligus maka tiap-tiap komputer target tentunya akan memiliki nama serta pengaturan yang sama juga hingga hal ini akan menyebabkan konflik dalam lingkungan network kita.
  • Agar tiap-tiap komputer target secara otomatis memiliki nama dan pengaturan network yang berlainan satu sama lain, maka kita dapat menggunakan tools bantuan yaitu SysPrep. Jika ada waktu agak luang akan saya coba tuliskan juga perihal SysPrep tersebut di weblog ini… Mudah-mudahan :)

Comments 1

Leave a Reply